Banyak orang yang bercita-cita menjadi kaya, punya uang banyak, harta berlimpah,makan enak, dll. Tapi kadang terminologi kaya setiap orang berbeda-beda. Ada yang mengatakan kaya itu kalau sudah punya rumah mewah, ada yang mengatakan kaya itu kalau sudah punya mobil, ada yang mengatakan kaya itu sudah punya rumah sendiri, ga ngontrak, makan cukup,dll.
Menjadi kaya memang hak setiap orang, dan keinginan seseorang memang pasti akan terus bertambah, tidak akan merasa cukup dengan apa yang dia punya. Sudah ada di level 1, mau naek ke level 2, sudah ada di level 2 mau naek ke level 3 dan begitu seterusnya...Itu sebabnya yang membuat orang berperilaku tidak wajar. Gajinya sudah
besar, rumah mewah di sana-sini, mobil sudah berjejer di garasi, masih
saja korupsi, kenapa ??? padahal menurut orang biasa, yang boro-boro
mimpi punya mobil mewah, naek mobil aja ga pernah, dia itu kaya buanget
loh! Karena dia melihat kepada orang yang hartanya atau kedudukannya lebih tinggi. Sehingga apa yang ada di depan matanya tidak berarti apa pun.
Berarti kita ga boleh berharap jadi kaya dong!...Silakan saja, siapa yang melarang, tapi tetaplah pada koridor yang benar. Ada satu rumus yang harus dipegang, Kekayaan itu bukan semata hasil usaha kita tapi juga atas izin dan pemberian dari Allah. Betapa banyak orang yang sudah berkeyakinan akan memenangkan suatu tender, tapi pada hari-H ternyata gagal, bukan karena usahanya tidak maksimal, tetapi karena memang Allah belum mengizinkan. Di sini lah perlu adanya perasaan SYUKUR pada Sang Pemberi kekayaan karena Dia telah memilih kita mendapatkan kekayaan itu, walaupun hanya sedikit...itu adalah nikmat yang tak terkira dari-Nya. Tentu juga tak terlepas dari IKHTIAR. Ikhtiar seperti apa? ikhtiar nyari peluang kerjaan yang baik, halal, jangan nipu orang, mendzalimi hak orang, dan tentunya DO'a...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar