Tentulah ini bermuara dari belum pahamnya mereka akan nilai-nilai Islam. Mereka mungkin belum paham atau mungkin belum tahu bahwa yang namanya tetangga itu harus dihormati dan dimuliakan, seperti yang tertera dalam hadits “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tetangganya.” (HR. al-Bukhari no. 6019, dari sahabat Abu Syuraih radhiyallahu ‘anhu).
Begitu mulia dan besarnya kedudukan tetangga, sampai-sampai Allah SWT memasukkannya di dalam 10 hak yang harus dipenuhi oleh seorang hamba sebagaimana firman-Nya subhanahu wa ta’ala (artinya): “Beribadahlah hanya kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisa`: 36)
Kalaupun kita termasuk orang yang dizolimi gara-gara kita dimusuhi tetangga padahal kita merasa tidak bersalah (setelah introspeksi diri tentunya), maka kedepankanlah sifat pemaaf ... Allah SWT saja tak akan berhenti memberikan ampunan pada hamba-Nya. Mengapa kita harus mengatakan "tiada maaf bagimu" untuk tetangga kita sendiri.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang terbaik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang terbaik kepada tetangganya.”(HR. at-Tirmidzi, Ahmad dan ad-Darimi, dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash radhiyallahu ‘anhuma)
Wallahu 'alam bisawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar