Kamis, 27 September 2012

Manusia Mulia

     Setiap makhluk yang hidup didunia ini pasti punya manfaat. Baik manfaat secara langsung maupun secara tidak langsung. Kadang kita sebagai manusia merasa diri kita paling mulia,sehingga ketika ada makhluk yang menurut kita tak pantas, mereka diremehkan, dicaci, dihina habis-habisan. Padahal mereka semua sama-sama makhluk ciptaan ا للة .
    Kadang kita bertanya, untuk apa makhluk yang menurut kita tak pantas itu diciptakan oleh-Nya?? Untuk apa ا للة menciptakan makhluk seperti binatang anjing atau babi yang justru kemudian diharamkan oleh-Nya ? Mengapa   اللة  menghadirkan anak yang tidak sempurna padahal kedua orang tuanya sangat sempurna fisiknya. Itu semua tentu sudah diskenariokan oleh  اللة sebagai  suatu ujian bagi manusia. Manusia dengan segala kesempurnaan yang dimiliki akan senantiasa diuji tidak hanya dari kekurangan yang dia dapatkan, tapi kelebihan yang dimiliki juga adalah suatu ujian. اللة Yang Maha Rahman, memberikan limpahan kasih-Nya kepada seluruh makhluk yang Dia ciptakan. Tak ada satu pun makhluk yang luput dari sifat ارحمن -Nya. Hewan yang kecil sekalipun tetap mendapat jatah hidup dari-Nya. Cacing yang tinggal jauh di dalam tanah pun tetap bisa makan dan bernafas, ikan yang hidup jauh di dalam laut pun tetap mendapat jatah. Sifat Rahmannya   اللة berlaku pula untuk seluruh umat manusia baik itu beriman atau kafir.
    Kemuliaan bagi seorang manusia bukan hanya dinilai dari fisik. Belum tentu kita yang merasa sempurna bisa dinilai sempurna dan mulia di hadapan اللة  karena "Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi اللة adalah orang yang paling takwa diantara kamu." (QS.Al-Hujurat : 13).  Bisa jadi orang yang sering menghina, tidak lebih mulia dari apa yang dihinanya. Orang yang hidupnya mulia adalah orang yang bisa memuliakan orang lain entah dalam  kata-kata maupun sikap. Semoga   اللة  senantiasa menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang mulia.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar