Wirausaha atau
dikenal pula dengan istilah Entrepreneur dapat diperkenalkan sejak dini melalui
lembaga pendidikan formal, entah itu di SMA, SMP bahkan mungkin dimulai dari
bangku SD. Kenapa perlu diajarkan sejak dini? Karena untuk menjadi seorang
wirausahawan yang tangguh tidak bisa seinstan yang diharapkan. Bukannya karena baru sekali ikut seminar-seminar wirausaha kemudian bisa langsung jadi.
Tapi diperlukan latihan yang cukup panjang untuk memunculkan keberanian,
kemandirian, memunculkan ide, menghadapi dan memecahkan masalah, dan menimba
pengalaman dari mereka yang sudah berhasil.
Di Indonesia,
kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan
tinggi tertentu. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya
krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal atau
pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat, kewirausahaan menjadi
berkembang.
Dalam agama Islam,
kewirausahaan sudah dicontohkan sejak zaman Nabi Muhammad S.A.W. Dimana beliau
adalah seorang usahawan yang ulung. Beliau memupuk jiwa wirausaha sejak dini,
dengan ikut pamannya berdagang ke Syiria. Khadijah, istri pertama Rasulullah
dikenal pula sebagai usahawan. Para sahabat di zaman Rasul pun banyak yang
menjadi usahawan sukses. Utsman bin
Affan, salah seorang Khulafa’ur Rasyidin yang juga seorang pengusaha. Meskipun
kaya raya, beliau hidup dengan sederhana dan sangat dermawan sehingga beliau
dijuluki sebagai Bapak Zuhud. Abdurrahman bin Auf adalah salah satu
sahabat nabi yang kaya raya dan dermawan karena kemahirannya dalam berdagang.
Ia termasuk salah satu sahabat nabi yang permulaan menerima Islam (Assabiqunal
Awwaluun).
Berwirausaha memang jarang menjadi pilihan untuk meningkatkan perekonomian,
masyarakat lebih cenderung menjadi karyawan atau pegawai negeri. Padahal
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa suatu bangsa mampu membangun
negerinya apabila wirausahawannya mencapai 2% dari jumlah penduduknya.
Sepanjang wirausahawan tersebut sudah terjamin mutu dan kelangsungan
hidupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar